Jumat, 29 April 2016

kau.. panas di kening, dingin di kenang

kita saling kenal, tapi tak saling menyapa.. bukan aku tak mau menyapamu, aku lebih memilih untuk diam seribu bahasa daripada aku keluarkan satu kata dari mulutku namun berubah menjadi seribu kesalahan di matamu. bukan ku tak punya nyali untuk menyapamu, namun sekedar untuk menatapmu saja aku harus lebih bisa meneguhkan hati. mungkin lebih mudah untukmu mencintai semua orang daripada harus melupakan seseorang. aku tak tahu siapakah orang beruntung yang bisa menyentuh inti hatimu, namun aku tahu siapa orang yang hanya ingin datang saja tanpa tahu cara pamit yang benar dari sisimu. kita tak sengaja dipertemukan. aku tak tahu kenapa takdir berkata lain? bisakah aku menyentuh inti hatimu? bisakah kau menyadari perasaanku? ah, rasanya sulit. kau tak pernah tau bagaimana caranya aku baik-baik saja tanpamu.. kau tak mau tahu apa yang kurasa setelah aku lebih memilih untuk diam seribu bahasa kepadamu. pernahkah aku ada di fikiranmu wala hanya selintas kilat saja? tahukah kau? kau selalu panas di keningku dan dingin di kenangmu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar